Konflik yang terjadi antara pemerintah RI dan GAM di Aceh adalah salah satu bentuk konflik yang besar sepanjang sejarah konflik di Aceh, terbukti dengan RI menganggap bahwa GAM ingin memerdekakan Aceh sendiri dan ingin keluar dari NKRI.
Kamis, 01 Desember 2011
TEORI SOSIOLOGI KLASIK DAN MODERN
BAB I
TEORI SOSIOLOGI KLASIK DAN MODERN
A. TEORI SOSIOLOGI MODERN
1. Teori Fungsional Struktural Tokoh dan Alirannya
a. Teori Konflik Tokoh dan Alirannya
1) Teori Interaksionisme Simbolik Tokoh dan Alirannya
Perujukan/Pengutipan
Permpuan dijadikan eksploitasi seks. Jenis kekerasan ini termasuk kekerasan non-fisik, yakni pelecehan terhadap kaum perempuan dimana tubuh perempuan dijadikan objek demi keuntungan seseorang(Fakih, 2010:19).
Ragam bahasa disebut juga ragam hukum, yaitu hukum Indonesia yang digunakan pada kalangan hukum atau pada undang-undang(Wagiran dan Doyin, 2005:4)
Lembaga-Lembaga Sosial
Tugas Lembaga-Lembaga Sosial
Ø 1. Mengapa di dalam masyarakat diperlukan norma?
2. carilah pengertian lembaga sosial atau definisi para ahli serta buatlah kesimpulannya
· Mengapa di dalam masyarakat diperlukan norma
Supaya hubungan antarmanusia didalam suatu masyarakat terlaksana sebagaimana yang diharapkan dan dirumuskan dengan norma-norma masyarakat
Sosiologi Gender
GENDER & KAJIAN TENTANG PEREMPUAN Prodi Kesmas FKK-UMJ 2006
1. Perbedaan Seks & Gender
o Seks adalah pembagian jenis kelamin yang ditentukan secara biologis dan melekat pada jenis kelamin tertentu
o Seks adalah atribut yang melekat pada manusia selamanya dan fungsinya tak dapat dipertukarkan
o Seks merupakan sifat bawaan dengan kelahirannya sebagai manusia
o Seks tidak berubah dan merupakan ketentuan biologis atau ketentuan Tuhan (kodrat)
o Gender adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perbedaan antara laki-laki dan perempuan scara sosial
o Gender adalah pembagian laki-laki dan perempuan yang dikonstruksi secara sosial maupun kultural
o Gender adalah konsep hubungan sosial yang membedakan fungsi dan peran antara laki-laki dan perempuan
o Gender is the socially constructed role ascribed to men and women
o Gender bentukan setelah kelahiran yang dikembangkan dan diinternalisasi oleh orang-orang di lingkungan mereka
o Gender melalui proses yang sangat panjang sehingga perbedaan gender seolah-olah ketentuan Tuhan yang tidak dapat diubah lagi
o Gender tidak bersifat universal atau berlaku secara umum, akan tetapi bersifat situasional masyarakatnya
2. Perbedaan Seks & Gender
o SEKS
o Biologis
o Pemberian Tuhan (kodrat)
o Kodrat (alami)
o Tidak dapat diubah
o Peran Seks:
§ Laki-laki: Produksi
§ Perempuan: Reproduksi (haid, hamil, melahirkan, menyusui, dan lain-lain)
o GENDER
o Kultur, adat istiadat
o Bentukan setelah lahir, diajarkan melalui sosialisasi dan internalisasi
o Konstruksi Sosial
o Dapat diubah (dinamis)
o Peran Gender:
§ Memasak, mencuci, merawat anak dan orang tua, mendidik anak, bekerja di luar rumah, menjadi tenaga profesional, dsb
3. Berbagai pengertian Tentang Gender
o Gender sebagai istilah asing dengan makna tertentu
o Gender sebagai suatu fenomena sosial budaya
Rabu, 30 November 2011
Sosiologi Ekonomi
· Tugas Sosiologi ekonomi
· Tugas mencari definisi tentang sosiologi pendidikan menurut para ahli
Ø Definisi sosiologi pendidikan menurut para ahli :
1. Menurut Max Weber: sosiologi ekonomi memperthatikan tindakan ekonomi yang mempunyai definisi sosial dan selalu melibatkan makna dan kekuasaan
2. Menurut Joseph Schumpeter: sosiologi ekonomi berkaitan dengan institusi ekonomi dengan pendekatan sosiologi
3. Sosiologi ekonomi: studi tentang bagaimana cara orang atau masyarakat memenuhi kebutuhan hidup terhadap barang dan jasa yang langka dengan pendekatan sosiologi
· Tugas 2, sosiologi ekonomi
· Mencari perbedaaan antara pasar tradisional dan pasar modern
Pasar tradisional | Pasar modern | |
Penetapan harga | Tawar menawar | Standarisasi harga |
Sosioalisasi | Etika dagang dan sosial | Sosialisasi konsumen |
Tekhnologi | Tepat guna | Tekhnologi canggih dan modern |
Pencitraan uang | Apa adanya | Simulasi |
Hubungan pedagang pembeli | Resiprositas | Hegemoni |
Efek pada konsumen | Kreatif | Konsumtif |
Metodologi Penelitian Pendidikan
Departemen Pendidikan Nasional
Fakultas Ilmu Sosial
Universitas Negeri Semarang
Tugas Proposal
Nama :Neny Lara Amiati Sugiyantoro
NIM :3401409020
Prodi :Pendidikan Sosiologi dan Antropologi
Jurusan :Sosiologi dan Antropologi
Fakultas :Ilmu Sosial
A. JUDUL
PELAKSANAAN EVALUASI HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN SOSIOLOGI DI SMA NEGERI 1 KEDUNGWUNI KABUPATEN PEKALONGAN.
B. LATAR BELAKANG MASALAH
Pendidikan merupakan salah satu prioritas utama program pembangunan di Indonesia. Berbagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan terus dilakukan, mulai dari berbagai pelatihan untuk meningkatkan kualitas guru, penyempurnaan kurikulum secara periodic, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, sampai dengan peningkatan mutu menegemen sekolah. Menurut Undang-Undang No.20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secar aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.
KETIDAKADILAN PEREMPUAN DALAM MEDIA IKLAN
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam sebuah iklan, perempuan menjadi bagian yang penting dalam menawarkan produk. Kita ambil contoh saja iklan yang menggunakan perempuan sebagai pemerannya seperti iklan pembersih muka, sabun mandi, pemutih wajah, pemutih kulit, shampo rambut, pelangsing tubuh dll. Berwajah menarik dengan bodi langsing, tinggi, berkulit putih dengan rambut lurus berwarna hitam kemilau, inilah yang coba diperankan perempuan dalam iklan. Bisa dikatakan bahwa semua perempuan yang ada dalam iklan dianggap berwajah cantik. Cantik adalah kata yang diperuntukkan bagi perempuan untuk menggambarkan sosok perempuan yang dianggap menarik. Kata cantik sejak dulu telah dikonstruksi dalam masyarakat untuk perempuan. Cantik adalah kata yang sebagian besar mengacu pada sifat fisikal. Cantik adalah perempuan, berarti tidak ada perempuan yang tidak cantik. Tetapi dalam kenyataannya ukuran cantik telah dipatok-patokkan oleh media massa. Seperti dalam berbagai macam iklan sampo, iklan kosmetik, iklan sabun. Bahwa cantik adalah mulus, bersih, putih, seksi, berdandan, berbaju ketat, berambut lurus.
Tubuh-tubuh ideal biasanya ditampilkan dalam majalah, film, televisi, dan dunia periklanan, yang menggambarkan atau menyajikan sosok perempuan ideal sebagai suatu figur perempuan yang langsing, berkaki indah, paha dan pinggul ramping, payudara cukup besar, rambut lurus panjang dan kulit putih mulus. Apabila perempuan tidak sesuai dengan kriteria tersebut bisa dikatakan tidak cantik. Untuk itu diciptakan produk yang bisa mengatasi perempuan untuk dikatakan cantik, yaitu pemutih wajah, penghalus kulit, rebonding alat pelurus rambut, obat pelangsing.
Langganan:
Postingan (Atom)